Mengevaluasi produk web – Evaluasi Website

Di era teknologi informasi yang semakin canggih, seseorang dapat melakukan pengevaluasian terhadap website menggunakan mesin pemeringkat online sebuah website, misalnya Sitescore, Sitebeam, Pagerank, Nibbler, dan lain-lain.

Keberhasilan suatu situs web beserta produknya tergantung pada kemampuan menarik perhatian seseorang untuk menghabiskan waktu menjelajahi situs web tersebut. Selain elemen desain, respons emosional seseorang juga penting dalam mempengaruhi evaluasi dari produk dan desain. Seorang desainer multimedia harus memahami interaksi antara reaksi emosional dan evaluasi kognitif dalam upaya untuk meningkatkan peluang keberhasilan situs web yang dibuatnya.

A. Evaluasi terhadap Halaman Web (Web Page Evaluation)

1. General Appearance

Desain yang bagus bisa dilihat dari kenyamanan pengunjung seperti warna tidak terlalu mencolok, nyaman dilihat, kekontrasan juga diperhatikan, situs web yang bagus tidak terlalu gelap dan juga tidak terlalu terang. Di samping itu, tata letak atau blok-blok konten juga harus diperhatikan, misalnya informasi penting seharusnya disimpan di atas, menu harus mudah diakses oleh pengunjung dan juga lebar halaman situs web itu sendiri, situs web yang bagus sudah memperhatikan berbagai faktor ukuran monitor sehingga pengunjung tidak banyak menggunakan scrollbar untuk melihat halaman itu.

2. Author

Author berhubungan dengan pengelola situs yang mudah dikenal ataupun bersifat misterius. Kemudahan untuk mendapatkan informasi tentang pengelola atau pembuat situs itu menjadi salah satu faktor utama.

  1. Contact Information
    Sebuah situs web seharusnya minimal ada sebuah alamat surel (email) yang bisa dihubungi oleh pengunjung, idealnya disesuaikan dengan tujuan dari situs web itu sendiri. Informasi yang ada dalam informasi kontak harus benar-benar ada dan tidak fiktif, hal ini bertujuan memberi kemudahan pengunjung untuk mendapat informasi pengelola situs web
  2. Updater
    Sebuah tulisan atau konten dalam sebuah situs web harus ada pemiliknya, hal ini akan sangat fatal bila dihubungkan dengan aspek hukum dan legal, misalnya tulisan yang dimuat mengandung kontroversial, maka updater menjadi faktor kunci hal ini.
  3. Forum Moderator
    Jika sebuah situs web ada fitur forum diskusinya, maka harus ada moderator yang mengatur forum itu sendiri. Keberadaan moderator juga sangat membantu untuk para pengunjung untuk menanyakan hal teknis mengenai forum, khususnya pengguna pemula.
  4. Chat Administrator
    Seperti pada forum, chatting juga membutuhkan administrator/moderator yang menjadi pusat informasi dan mengatur kestabilan chatroom.
3. Ease of Use

Kemudahan penggunaan (Ease of Use) semua elemen yang ada dalam situs web menjadi salah satu faktor kunci dalam mengevaluasi sebuah situs web.

4. Link Validation

Semua tautan (link) yang di dalam situs web harus dapat dikunjungi oleh pengunjung, baik tautan internal yang menghubungkan satu posisi di dalam halaman web dengan posisi lain di halaman web, tautan antar-halaman web di dalam situs web, hingga tautan yang berhubungan dengan halaman web di situs web orang lain. Berikut ini adalah beberapa contoh galat atau error.

  1. Internal server error (error 500)
    Pesan kesalahan umum pada server, diberikan ketika kondisi yang tidak terduga ditemukan dan tidak ada pesan yang lebih spesifik yang cocok.
  2. Service Unavailable (error 503)
    Server tidak dapat menangani permintaan (karena kelebihan beban atau karena pemeliharaan).
  3. Bad Request (error 400)
    Server tidak dapat atau tidak akan memproses permintaan karena kesalahan klien.
  4. URL Not Found (error 404)
    Sumber daya (file atau halaman web) yang direferensikan oleh tautan tidak ditemukan.
  5. Request Timeout (error 408)
    Server Timeout (waktunya habis/terlalu lama) untuk memproses dan mengirimkan permintaan klien.
5. Browser Compability

Kompabilitas terhadap semua peramban web (browser) sangat menentukan kualitas situs web. Sebuah situs yang dibangun harus bagus ketika diakses di Internet Explorer, Opera, Mozilla Firefox, Safari, bahkan Android dan iPhone/iPad sekalipun. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kompabilitas peramban (browser) antara lain sebagai berikut:

  1. Desain Layout
    Setiap peramban web mempunyai ciri khas tersendiri dalam menterjemahkan pemograman web misalnya tentang desain layout. Selain itu perbedaan device (alat), perbedaan tinggi dan lebar suatu device (alat), rasio layar device (alat), dan ciri khas masing device (alat) yang akan mengakses situs web sedikit banyak akan mempengaruhi desain layout situs web.
  2. JavaScript, DHMTL, dan Ajax
    Penggunaan javascript yang tidak sesuai atau kompitabel dengan peramban web yang digunakan pengunjung situs web, dapat berakibat fatal, misalnya untuk validasi form dan penggunaan javascript untuk menu. Begitu pula dengan penggunaan DHTML dan Ajax, jika tidak terlebih dahulu diuji atau jika pemograman di dalamnya tidak didukung oleh peramban web yang digunakan pengunjung situs web.
  3. CSS
    Setiap peramban web mempunyai ciri khas tersendiri dalam menterjemahkan pemograman CSS, dan setiap versi dari masing peramban web juga berbeda dari versi lain dari peramban web itu sendiri.
  4. Flash Animation
    Saat ini sebagian besar peramban web sudah tidak lagi mendukung animasi Flash.
  5. Aplet Java
    Jika situs web menggunakan java aplet, maka java aplet tersebut harus diuji atas kecocokan terhadap peramban web yang digunakan pengunjung.
  6. Purpose
    Tujuan dari situs web juga harus dapat terlihat dan tercemin oleh semua elemen yang ada dalam situs web itu sendiri.
6. Stability
  1. Kestabilan Tayang dan Akses
    Pada dasarnya suatu situs web harus dapat diakses kapan saja dan dimana saja tanpa mengenal waktu.
  2. Keamanan
    Keamanan merupakan salah satu faktor yang penting dalam situs web. Mulai dari keamanan server, email, tampilan situs web, koneksi antara pengunjung dan situs web, dan lain-lain. Terutama jika situs web menggunakan fitur yang mengharuskan pengunjung untuk login dan situs web toko online atau e-commerce, apalagi situs yang berhubungan dengan transaksi keuangan.
  3. Kekuatan Server
    Kekuatan server merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam kecepatan situs web. Server yang kuat dapat melayani pengunjung dan pengguna lebih cepat, terutama pada situs web yang mempunyai banyak fitur.
  4. Model Pemograman
    Model pemograman mempengaruhi semua hal yang berhubungan dengan situs web, mulai dari sistem, fitur, keamanan, tampilan dan lain sebagainya. Kita harus berhati-hati dalam memilih model pemograman karena setelah memilih suatu model pemograman akan sulit menggantinya dengan model pemograman lainnya.

B. Kriteria Self-congruity dan Flow

Self-congruity mengacu pada korelasi antara kepribadian seseorang dengan hal apapun yang dirasakan terhadap produk/jasa bahkan mampu mempengaruhi pandangan seseorang ke arah positif untuk menjadi prediktor terhadap citra suatu produk. Self-congruity dianggap sebagai suatu penilaian yang dilakukan seseorang ketika masuk ke dalam suatu situs web, dengan melakukan eksplorasi terhadap hal-hal yang ditawarkan oleh situs web tersebut, seseorang cenderung mengevaluasi produk atau layanan secara positif ketika produk/jasa tersebut memiliki karakteristik yang mirip dengan kepribadiannya.

Sedangkan kriteria Flow bisa diterjemahkan sebagai sensasi holistik sehingga seseorang memiliki pengalaman seakan-akan mereka terlibat dalam pengembangan situs web. Situs web yang ideal memiliki karakteristik antara lain tata letak homepage yang jelas, estetika grafis menarik, sistem pencarian serta navigasi yang mudah, kemudahan akses pada halaman utama, kejelasan pada kategorisasi produk, deskripsi produk yang terperinci disertai gambar untuk memudahkan perbandingan serta adanya layanan pelanggan.

C. Metode Evaluasi yang Digunakan

Beberapa metode evaluasi yang dapat digunakan adalah evaluasi outer model dan inner model. Secara mendasar, outer model dapat dinilai dengan cara melihat pada nilai convergent validity dan composite realiability. Dalam hal ini, sebuah situs web memiliki reliabilitas yang baik jika nilai composite realiabity di atas 0.80. Sedangkan inner model (model struktural) identik dengan melihat posisi hubungan antar-konstruk laten dengan melihat hasil estimasi koefisien paramater dan tingkat signifikansinya.

D. Menentukan Nilai Rata-Rata Jawaban Responden

Prosedur menentukan nilai rata-rata jawaban responden terhadap item pertanyaan di setiap variabel dapat dilakukan dengan kriteria penilaian berdasarkan kategori yang disusun pada interval kelas 0.8. Selanjutnya disusun kriteria penilaian rata-rata jawaban responden yang disajikan pada sebuah tabel. Berdasarkan jawaban responden atas pernyataan pada kuesioner evaluasi situs web yang diberikan, maka diperoleh hasil yang berkaitan dengan berbagai variabel dalam bentuk tanggapan responden sebagai berikut.

  1. Effectiveness
    Nilai rata-rata yang menyatakan kepuasan terhadap efektifitas penggunaan situs web yang dievaluasi.
  2. Satisfaction
    Jika nilai rata-rata kepuasan dalam tampilan situs web menghasilkan nilai netral, maka hal ini bisa dianggap sebagai sebuah masukan bagi situs web yang dievaluasi untuk memberikan perhatian lebih terkait tampilan situs web.
  3. Efficiency
    Nilai rata-rata yang menyatakan kepuasan terhadap efisiensi penggunaan situs web yang dievaluasi untuk mengerjakan tugas-tugas dan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.
  4. Usability
    Nilai rata-rata yang menyatakan persetujuan bahwa situs web yang dievaluasi memang bermanfaat.

Daftar Pustaka:

  1. Ricky Firmansyah. 2019. Desain Media Interaktif SMK/MAK untuk Kelas XII. Bandung: HUP.
  2. Siwi Widi Asmoro dan Joko Pramono. 2019. Desain Media Interaktif SMK/MAK Kelas XII. Kompetensi Keahlian Multimedia. Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  3. Daftar kode status HTTP. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kode_status_HTTP
  4. HTTP response status codes. https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/HTTP/Status
  5. HTTP Status Codes. https://httpstatuses.com/