Protokol Jaringan

Protokol jaringan adalah sekumpulan aturan baku yang ditetapkan oleh badan standarisasi dunia tentang jaringan dan teknologi, yang mengatur mekanisme komunikasi data antar mesin komputer.

1. Model DoD

Model DoD dipublish oleh Departemen Pertahanan Amerika atau Departement of Defence (DoD) sebagai upaya meningkatkan strategi pertahanan. DoD membuat penelitian untuk menghubungkan pos-pos militer yang berbeda lokasi melalui jaringan. Oleh karena itu, dibentuk sebuah badan penelitian yang pada awalnya dikenal sebagai Advanced Research Project Agency (ARPA), yang kemudian berkembang menjadi Defence Advanced Research Projects Agency (DARPA). ARPA berhasil merilis ARPANet, yang merupakan jaringan pertama yang menerapkan protokol TCP/IP. Dengan protokol tersebut, sistem jaringan mampu menghubungkan berbagai platform komputer di antara badan resmi pemerintah dan beberapa universitas di Amerika.
Sebagai pedoman standar untuk membuat sesi komunikasi data jaringan, TCP/IP disepakati dan digunakan secara luas oleh semua vendor dan sistem jaringan sebagai dasar hubungan Internet yang dipakai saat ini.

Layer DoD

Layer OSI

Contoh Protokol

Process/Application

Application Presentation Session

Telnet, FTP, Kerberos, SMTP, DNS, TFTP, SNMP, NFS, dan Xwindows

Host-to-Host

Transport

UDP dan TCP

Internet

Network

ARP, IP, ICMP, BOOTP, dan RARP

Network Access

Data Link Physical

Token Ring, Ethernet, dan FDDI

2. Model OSI

Model OSI (Open Standard Interconnection) yang dirilis oleh ISO (International Standard Organization) membagi proses komunikasi dalam tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan oleh ketujuh layer tersebut adalah:

  1. Jenis layer harus disesuaikan dengan tingkat abstraksi dan fungsi yang berbeda-beda dalam layanannya.
  2. Layer yang dibentuk harus bermanfaat sesuai kebutuhan serta saling berhubungan dan saling mendukung satu sama lainnya.
  3. Kegunaan setiap layer ditentukan melalui mekanisme yang logis dan rumit dengan ketelitian tinggi seusai standar protokol internasional.
  4. Batasan dan area operasi layer bertujuan meminimalisasi aliran informasi yang melewati suatu antarmuka.
  5. Jumlah layer harus cukup banyak disesuaikan spesifikasi, proses kerja, dan kegunaannya sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu digabung dalam satu layer.

No

Lapisan

Fungsi Utama

Contoh Protokol

Kegunaan

1.

Application (Aplikasi)

Menyediakan antarmuka yang memberikan pelayanan bagi pengguna dalam berinteraksi dengan sistem jaringan melalui komputer

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

Protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP terbatas.

DNS (Domain Name Server)

Basis data berisi nama domain mesin dan IP Address

FTP (File Transport Protocol)

Protokol untuk transfer file

HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

Protokol untuk tranfer file HTML dan Web

MIME (Multipurpose Internet Mail Extention)

Protokol untuk mengirim file biner dalam bentuk teks

NNTP (Network News Transfer Protocol)

Protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup

POP (Post Office Protocol)

Protokol untuk mengambil mail dari server

SMB (Server Message Block)

Protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)

Protokol untuk penukaran mail

SNMP (Simple Network Management Protocol)

Protokol untuk manajemen jaringan

Telnet

Protokol untuk akses dari jauh

TFTP (Trivial FTP)

Protokol untuk transfer file

2.

Presentation (Presentasion)

Melakukan enkripsi kompresi, serta dekripsi data

ASCII, EBCDIC, MIDI, MPEG, TIFF, JPEG, PICT, dan Quick Time

Bentuk format kompresi paket data

3.

Session

Mengasosiasikan setiap komunikasi antar-layer sebelum session dengan layer setelah session

NETBIOS (Network Basic Input Output System)

BIOS jaringan standar

RPC (Remote Procedure Call)

Prosedur pemanggilan jarak jauh

SOCKET

Input Output untuk network jenis BSD-UNIX

SQL, NETBEUI, dan XWINDOWS

Protokol untuk basis data, mesin IBM, dan pengaturan GUI OS berbasis Unix

4.

Transport

Memastikan setiap paket data dikirim tanpa kesalahan dan tidak terjadi duplikasi

TCP (Transmission Control Protocol)

Protokol pertukaran data berorientasi koneksi (connection-oriented)

UDP (User Datagram Protocol)

Protokol pertukaran data non-orientasi (connectionless)

5.

Network (Jaringan)

Menentukan letak jalur pengirim data yang akan dtransmisikan serta meneruskan paket tersebut ke alamat jaringan tertentu

IP (Internet Protocol)

Protokol untuk menetapkan routing

RIP (Routing Information Protocol)

Protokol untuk memilih routing

ARP (Address Resolution Protocol)

Protokol untuk mendapatkan informasi perangkat keras dari nomor IP

RARP (Reverse ARP)

Protokol untuk mendapatkan informasi nomor IP dari perangkat keras

6.

Data link

Mengatur nilai data biner (true and false) yang bernilai 0 dan 1 menjadi logical group

PPP (Point-to-Point)

Protokol untuk akses point-to-point (biasanya dial-up)

SLIP (Serial Line Internet Protocol)

Protokol dengan menggunakan sambungan serial

7.

Physical (Fisik)

Sebagai antarmuka fisik yang melewatkan transmisi data biner (digital) melalui jalur komunikasi

Ethernet, FDDI, ISDN, ATM, 10BaseT, 100BaseTX, HSSI, V.35, dan X.21

Contoh bentuk standar penggunaan media transmisi yang berpengaruh terhadap besaran data dan kecepatan transmisi data.

Berdasarkan fungsinya, ketujuh layer dalam model OSI dapat dikategorikan menjadi dua lapisan.

  1. Lapisan atas dari model OSI terkait dengan persoalan aplikasi. Pada umumnya, lapisan ini hanya diimplementasikan pada aplikasi yang digunakan oleh pengguna komputer. Lapisan paling atas, yaitu lapisan aplikasi adalah lapisan penutup sebelum terhubung ke pengguna. Pengguna akan berinteraksi langsung dengan sistem melalui lapisan.
  2. Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transpor data. Lapisan fisik dan lapisan data link diimplementasikan ke dalam perangkat keras dan perangkat lunak. Lapisan-lapisan bawah yang lain umumnya hanya diimplentasikan dalam perangkat lunak. Lapisan terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik (misalnya jaringan kabel) dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi pada media jaringan.

Standarisasi teknologi jaringan tidak hanya dilakukan oleh OSI saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya, seperti ITU (International Telecommunication Union) tentang telekomunikasi, CCITT (Comite Consultatif International Telephonique et Telegraphique) tentang proses komunikasi menggunakan telepon dan telegraf, ANSI (American National Standrads Institute) tentang pengodean, NCITS (National Commitee for Information Technology StandardsI), IEEE (Institute Electrical and Electronics Engineers) tentang standarisasi peralatan telekomunikasi, EIA (Electronic Industries Association) tentang standarisasi hubungan port serial RS-232-C.